DESAIN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) BIOFILTER UNTUK MENGOLAH AIR LIMBAH POLIKLINIK UNIPA SURABAYA
DESAIN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) BIOFILTER UNTUK MENGOLAH AIR
LIMBAH POLIKLINIK UNIPA SURABAYA
Rhenny Ratnawati, Muhammad
Al Kholif
dan Sugito
Program Studi Teknik Lingkungan FTSPUniversitas PGRI
Adi Buana Surabaya
Abstrak:
Poliklinik menghasilkan air
limbah domestik yang bersifat infeksius. Oleh karenanya air limbah
tersebut harus diolah agar memenuhi baku mutu lingkungan sehingga tidak
mengakibatkan terjadinya penyakit. Aplikasi biofilter untuk mengolah air
limbah domestik poliklinik dapat mereduksi beban organik terlarut sehingga
menghasilkan efluen yang layak dibuang ke badan air. Efluen yang dihasilkan
dapat ditingkatkan sebagai air baku untuk air bersih. Tujuan dalam penelitian ini adalah merencanakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk mengolah air limbah poliklinik UNIPA Surabaya dengan menggunakan biofilter.
Teknologi biofilter dipilih karena keunggulannya dalam meremoval pencemar organik
dengan tingkat efisiensi tinggi sampai dengan 95%. Biofilter tidak membutuhkan lahan yang luas serta menggunakan media yang
sangat murah menjadikan kelebihan tersendiri dari teknologi ini. Metode penelitian
ini menggunakan data dokumentasi dan observasi lapangan bangunan gedung
poliklinik UNIPA Surabaya. Data kebutuhan air bersih
diprediksikan berdasarkan kebutuhan air yang digunakan untuk operasional
poliklinik. Hasil penelitian ini berupa desain IPAL Biofilter yang meliputi
dimensi bangunan dan gambar teknik IPAL serta
perhitungan biaya yang siap diaplikasikan untuk mengolah air limbah yang
dihasilkan oleh poliklinik UNIPA Surabaya.
Kata kunci: air limbah poliklinik, biofilter, IPAL
1. PENDAHULUAN
Rumah sakit atau poliklinik
merupakan fasilitas sosial yang keberadaannya sangat penting bagi masyarakat. Air
limbah yang berasal dari limbah poliklinik merupakan salah satu sumber
pencemaran air yang sangat potensial. Hal ini disebabkan karena air limbah
poliklinik mengandung senyawa organik yang cukup tinggi juga kemungkinan
mengandung senyawa-senyawa kimia lain serta mikroorganisme patogen yang dapat
menyebabkan penyakit terhadap masyarakat di sekitarnya. Oleh karena potensi
dampak air limbah poliklinik terhadap kesehatan masyarakat sangat besar, maka
setiap poliklinik diharuskan mengolah air limbahnya sampai memenuhi persyaratan
standar yang berlaku (Ahmadi dan Fahmi Umar, 1995) .
Poliklinik Universitas PGRI Adi Buana (UNIPA) Surabaya
sebagai salah satu unit pelaksanaan di UNIPA Surabaya dibangun untuk memberikan
pelayanan kesehatan dasar setrata pertama kepada masyarakat secara langsung di
wilayah kampus Dukuh Menanggal Surabaya dan sekitarnya. Poliklinik UNIPA
Surabaya dibangun sebagai sarana laboratorium kebidanan bagi mahasiswa serta
pengembangan enterpreneur lulusan. Berbagai kegiatan poliklinik yang meliputi
aktivitas domestik (kerumah tanggaan) maupun aktivitas pelayanan kesehatan pada
masyarakat dapat menjadi sumber pencemar limbah cair, padat dan gas yang
berbahaya bila tidak ditangani secara benar. Sumber limbah cair poliklinik
dapat berasal dari kamar mandi, dapur, ruang periksa, laboratorium, ruang
operasi dan ruangan lain yang mengandung bahan berbahaya serta kuman penyakit.
Adapun karakteristik air limbah poliklinik dengan rawat inap atau rawat jalan
hampir secara keseluruhan memiliki kesamaan dengan air limbah rumah sakit,
yang meliputi: limbah domestik yakni
buangan kamar mandi, dapur, air bekas cucian pakaian; limbah cair klinis yakni
limbah dari kegiatan klinis misalnya air bekas cuci luka, cucian darah dan lain
– lain; air limbah laboratorium; dan lainnya. Kapasitas air limbah poliklinik
relatif kecil sehingga perlu di kembangkan teknologi pengolahan air limbah yang murah, mudah operasinya serta harganya
terjangkau.
Kep-MENLH/12/1995 tentang baku
mutu limbah cair bagi kegiatan Rumah Sakit mengharuskan setiap rumah sakit
harus mengolah air limbah sampai standart yang diijinkan. Menurut Kepgub Jatim 61/ 1999 tentang baku
mutu limbah cair bagi kegiatan Rumah Sakit di Propinsi Daerah Tingkat I Jatim,
menyebutkan bahwa dalam rangka penanganan masalah limbah cair, harus memenuhi ketentuan-ketentuan
antara lain:(1) membuat saluran pembuangan limbah cair tertutup dan kedap air,
sehingga tidak terjadi perembesan ke tanah dan di alirkan ke IPAL serta
terpisah dengan saluran limpahan air hujan, (2) melakukan pengolahan limbah
cair secara fisika, kimia dan biologi, sehingga mutu limbah cair yang di buang
ke lingkungan tidak melampaui Baku Mutu Limbah Cair bagi Rumah Sakit yang telah
ditetapkan. Bagi rumah sakit besar umumnya dapat membangun IPAL sendiri karena
mempunyai dana yang cukup, tetapi bagi rumah sakit kecil termasuk poliklinik
dan puskesmas maka kebutuhan akan teknologi pengolahan air limbah yang layak
secara teknis,ekonomis dan memenuhi standart lingkungan sangat diperlukan.
Teknologi pengolahan air limbah sederhana dengan kinerja
yang tinggi yang telah dikembangkan saat ini adalah dengan biofilter. Menurut Metcalf & Eddy (2004)
biofilter (Submerged Filter) adalah
suatu istilah dari reaktor yang dikembangkan dengan prinsip mikroba tumbuh dan
berkembang pada suatu media filter dan membentuk lapisan biofilm (attached growth). Biofilm merupakan
salah satu pengolahan limbah cair secara biologis, proses kerjanya memanfaatkan
kehidupan mikroorganisme untuk menguraikan polutan. Adapun beberapa keunggulan
antara lain pengoperasiannya mudah, lumpur yang dihasilkan sedikit, tahan
terhadap fluktuasi jumlah air limbah
maupun fluktuasi konsentrasi serta dapat menghilangkan padatan tersuspensi
dengan baik. Teknologi biofilter mampu meremoval kandungan bahan organik sampai
tingkat efisiensi 95%.
Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah merencanakan
IPAL biofilter anaerob-aerob yang meliputi ukuran dimensi utama bangunan berdasarkan prediksi peningkatan kunjungan dan pengembangan poliklinik untuk 10 tahun
mendatang.
2. METODA PENELITIAN
2.1
Lokasi
Penelitian
Lokasi penelitian
perencanaan IPAL Biofilter adalah di Poliklinik UNIPA Surabaya yang terletak di
kampus II Jl.Dukuh Menanggal
XII/4 Surabaya.
2.2
Inventarisasi
Data
Penelitian ini menggunakan data sekunder dan data primer. Data sekunder
yang dikumpulkan antara lain:
·
Profil poliklinik
·
Layout poliklinik
·
Fasilitas pelayanan
Sedangkan kegiatan pengumpulan data primer mencakup sebagai berikut:
·
Lokasi pembuangan air limbah
·
Kualitas air limbah (fisik dan kimia dan
biologi)
·
Debit air limbah
2.3
Perencanaan
Desain IPAL
a)
Perhitungan
Debit Air Limbah
Menurut
Butter & Davies dalam Sugito
(2005) bahwa terdapat hubungan yang sangat erat antara jumlah pemakaian
air rata – rata perorang per hari terhadap air limbah yang dihasilkan dan dapat
dirumuskan secara sederhana sebagai berikut :
Q1
= x. Q
Dimana
: Q adalah konsumsi air bersih per orang per hari
Q1 adalah timbulan air limbah per orang per
hari
x adalah faktor pengembalian
Dalam
perencanaan pembangunan IPAL ini, peneliti menggunakan perhitungan jumlah
timbulan air limbah rata – rata per hari adalah 90 % dari pemakaian air bersih
rata – rata per hari.
b)
Desain IPAL
Biofilter
Desain
bangunan utama IPAL biofilter yang direncanakan adalah sebagai berikut :
a.
Bak
equalisasi/ Bak
pengumpul terbuat dari pasangan batu bata, bentuk persegi panjang dilengkapi
dengan Bar Screen berupa kawat yang
terbuat dari stainlies.
b.
Bak
Sedimentasi/ Bak
pengendapan awal terbuat dari pasangan batu bata dan tertutup yang dilengkapi
dengan lubang kontrol, bak berbentuk persegi
panjang, air limbah masuk melalui pipa inlet secara gravitasi, pemeliharaan
dengan cara pengurasan manual.
Kriteria
perencanaan menurut standart JWWA dalam Said (2006) adalah :
-
Waktu
tinggal (Retention time) rata – rata
= 3-5 jam
-
Beban
permukaan (surface loading) = 20-50 m3/m2/hari.
c.
Reaktor
Biofilter Anaerob, reaktor ini dipasang secara seri terhadap reaktor biofilter
aerob, dengan bahan pasangan batu bata berbentuk persegi panjang tertutup,
media filter yang digunakan batu apung dan kerikil/pecahan batu kali dengan
diameter 2-3 cm, fluida/ air limbah dialirkan secara down flow dan upflow.
Kriteria
perencanaan menurut standar JWWA dalam Said(2006) adalah :
-
Waktu
tinggal total rata – rata =
6-8 jam
-
Tinggi
ruang lumpur =
0,4 m
-
Tinggi
media pembiakan mikroba = 0,9-1,5
m
-
Tinggi
air di atas bed media =
0,2 m
-
Beban
BOD per volume media = 0,4 – 4,7kg
BOD/m3/hari
-
Beban
BOD per satuan permukaan media (La) = 5-30
g BOD/m2/hari.
d.
Kebutuhan
oksigen :
Kebutuhan
oksigen di dalam reaktor biofilter aerob sebanding dengan jumlah BOD yang
dihilangkan. Aerasi
dilakukan dengan menghembuskan udara dari blower
melalui Perforated Pipe diffuser yang
dipasang di dalam air dengan buka – tutup secara otomatis. Jika suplai udara
dihentikan maka diffuser akan tertutup secara otomatis (Siregar, 2005).
e.
Bak
Pengendap Akhir
Bak pengendap akhir terbuat dari pasangan bata dan tertutup
dilengkapi lubang kontrol, bentuk bak persegi panjang dengan pipa inlet dan
outlet secara gravitasi. Bak
ini berfungsi sebagai pengendap akhir sesuai kebutuhan dan air limpasan masuk
ke bak khlorinator.
Kriteria
perencanaan menurut standar JWWA dalam Said, (2006 ) adalah :
-
Waktu
tinggal ( Retention time ) rata – rata = 2-5 jam
-
Beban
Permukaan (Surface Loading) =
20-50 m3/m2/hari
f.
Klorinator
(Bak
pembubuh Kaporit)
Klorinasi
direncanakan dengan alat dosing
pump/infuse chlorinator, dimana larutan klorin pada konsentrasi yang
terukur dialirkan ke dalam air limpasan IPAL melalui saluran selang
yang dilengkapi pengatur aliran/kran (Said, 2006).
2.4
Analisis Data
Metode analisis data
dilakukan secara diskriptif kuantitatif dilakukan dengan cara :
a.
Perhitungan perencanaan dimensi bangunan
utama pengolahan air limbah berdasarkan kriteria perencanaan dan debit air
limbah yang direncanakan.
b. Desain
perencanaan berupa gambar teknik IPAL
Biofilter.
c. Perhitungan
biaya pembangun IPAL biofilter disesuaikan dana yang ada dengan menggunakan
perhitungan analisis biaya konstruksi/bangunan (Zainal. Z. 2005) dan pedoman standart harga
barang/jasa Kota Surabaya tahun 2014.
3.1 Penggunaan Lahan dan
Fasilitas
Luas
lahan yang disiapkan untuk pembangunan Poliklinik UNIPA Surabaya Jalan Dukuh Menanggal XII adalah
324 m2 yang terdiri dari 3 lantai dengan rencana kapasitas pelayanan
pasien adalah sebanyak 10 (sepuluh) tempat tidur.
3.2 Perhitungan Bangunan IPAL Poliklinik
UNIPA Surabaya
Penelitian
ini dilakukan untuk merencanakan IPAL Poliklinik UNIPA Surabaya
dengan asumsi untuk 10 tahun ke depan dengan menggunakan sistem pengolahan
kombinasi biofilter anaerob-aerob. Karakteristik beban pencemar BOD yang
digunakan berdasarkan pada karakteristik limbah cair Rumah Sakit dengan beban
pencemar yaitu 300 mg/l. Debit influent yang digunakan yaitu sebesar 20 m3/hari
yang diperoleh berdasarkan perhitungan kebutuhan air bersih selama
pengoperasian Poliklinik. Efisiensi pengolahan yang direncanakan yaitu
berkisar antara 90 - 95 % sesuai dengan efisiensi pengolahan dengan sistem
kombiasi anaerob – aerob.
Untuk
mengetahui perencanaan IPAL yang diinginkan, maka terlebih dahulu harus
diketahui sumber – sumber limbah yang dihasilkan dari proses pengoperasian
Klinik UNIPA Surabaya. Berikut diagram proses pengolahan limbah cair Polikinik
UNIPA Surabaya seperti yang terlihat pada Gambar
3.1.
|
SUMBER AIR LIMBAH
|
|
Dapur
|
|
Laundry
|
|
Perkantoran
|
|
Ruang Bersalin
|
|
Ruang Rawat Inap
|
|
Air limpasan
Tangki septik
|
|
Laboratorium
|
|
Limbah Cair Pelarut
|
|
Bak
Kontrol
|
|
Pemisah Lemak
|
|
Bak
Kontrol
|
|
Bak
Kontrol
|
|
Bak
Kontrol
|
|
Bak
Kontrol
|
|
Pengolahan Fisik-Kimia
|
|
Penampungan
|
|
Penampungan
|
|
Penampungan
|
|
Penampungan
|
|
Air Hujan
|
|
Dibakar Incenerator
|
|
Pengolahan Limbah B3
|
|
Bak
Equalisasi
|
|
Emisi Gas Buang
|
|
Tempat Pembungan Limbah B3
|
|
Sistem
Anaerob - Aerob
|
|
Bak
Khlorinasi
|
|
Dibuang
Kesaluran Umum
|
|
Pengolahan Air Limbah Dengan Sistem Biologis
|
|
Dibuang
Kesaluran Umum
|
|
Proses
Biologis Terlekat
|
Gambar 3.1. Diagram Proses Pengolahan Limbah Poliklinik UNIPA Surabaya
3.3 Desain Teknis IPAL Poliklinik
UNIPA Surabaya.
Kapasitas IPAL
Domestik yang direncanakan pada Poliklinik UNIPA
Surabaya alaha sebagai berikut:
·
Kapasitas Pengolahan : 20 m3/hari = 0,83 m3/jam
= 13,83 liter/menit
·
BOD air limbah rata-rata :
300 mg/liter
·
Konsentrasi SS : 300 mg/liter
·
Total efisiensi
pengolahan : 90 - 95%
·
BOD air olahan : 20 mg/l
·
SS air olahan : 20 mg/l
3.4 Perhitungan Desain
A.
Desain
Bak Pemisah Lemak/Minyak
Bak
pemisah lemak/minyak (grease removal)
yang direncanakan adalah dengan aliran gravitasi sederhana. Bak ini dilengkapai
dengan bar screen pada bagian
inletnya.
Kapasitas
Pengolahan : 20 m3/hari = 0,83 m3/jam
= 13,83 liter/menit
Kriteria
perencanaan : Retention
time = ± 60 menit
Dimensi
Bak direncanakan :
Panjang : 1,0 m
Lebar : 1,0 m
Tinggi : 1,0 m
Ruang
bebas (Free board) : 0,2 m
Volume
efektif : 1,0 m3
Tebal
dinding : 15 cm
Desain
bak pemisah lemak/minyak ditunjukan pada Gambar 3.2.
Gambar 3.2.
Bak Pemisah lemak/Minyak
B.
Desain
Bak Equalisasi/Bak Sumur Pengumpul
Waktu
tinggal di dalam bak (HRT) = 2 - 8 jam (JWWA dalam Said, 2006)
Ditetapkan
: waktu tinggal (td) limbah di dalam bak equalisasi = 2 jam
Dimensi
Bak direncanakan :
Panjang : 1,4 m
Lebar : 1,2 m
Tinggi : 1,0 m
Ruang
bebas (Free board) : 0,2 m
Volume
efektif : 1,6 m3
Tebal
dinding : 15 cm
Chek
jadi,
waktu tinggal (td) di dalam bak = 2 jam,
sesuai dengan kriteria.
Pompa
Air Limbah = 20 m3/hari = 0,83 m3/jam = 13,83 liter/menit
Desain
bak equalisasi ditunjukan pada Gambar 3.3.
Gambar 3.3
Bak Equalisasi/Sumur Pengumpul
C.
Desain
Bak Pengendapan Awal/Bak Sedimentasi Awal
Debit
Air Limbah : 20 m3/hari
: 0,83 m3/jam
: 13,83 liter/menit
BOD
masuk : 300 mg/liter
Efisiensi : 20 %
BOD
keluar : 240 mg/liter
Waktu
tinggal di dalam bak (HRT) = 2 - 4 jam (JWWA dalam Said, 2006)
Ditetapkan
: waktu tinggal (td) limbah di dalam bak equalisasi = 2 jam
Jadi,
Dimensi
Bak direncanakan :
Panjang : 1,4 m
Lebar : 1,2 m
Tinggi : 1,0 m
Ruang
bebas (Free board) : 0,2
m
Volume
efektif : 1,6 m3
Tebal
dinding : 15 cm
Chek
:
jadi,
waktu tinggal (td) di dalam bak = 2 jam
sesuai dengan kriteria.
Ø Waktu tinggal
pada saat beban puncak = 1 jam (asumsi jumlah limbah 2 x jumlah rata-rata)
Ø Beban
permukaan (surface loading) rata-rata
= 12,5 m3/m2.hari
Ø Beban
permukaan pada saat puncak = 25 m3/m2.hari
Ø Beban
permukaan = 20 - 50 m3/m2.hari
Desain bak pengendapan awal/ sedimentasi
ditunjukan pada gambar 3.4 berikut.
Gambar 3.4.
Bak Pengendapan Awal/ Sedimentasi Awal
D.
Bak
Biofilter Anaerob
Debit
air limbah : 20 m3/hari
BOD
masuk : 240 mg/liter
Efisiensi : 70 %
BOD
keluar : 72 mg/liter
Untuk
pengolahan air dengan proses biofilter standar beban BOD per volume media 0,4 -
4,7 Kg BOD/m3.hari, (Nusa
Idaman Said, BPPT, 2006).
Ditetapkan
beban BOD yang digunakan = 4 Kg BOD/m3.hari.
Beban
BOD di dalam air limbah = 20 m3/hari x 240 g/m3 = 4.800 g/hari
= 4,8 kg/hari
Volume
media = 75 % dari total volume reaktor
Waktu
tinggal di dalam reaktor anaerob
Dimensi
Bak direncanakan :
Panjang : 1,4 m
Lebar : 1,2 m
Tinggi : 1,0 m
Ruang
bebas (Free board) : 0,2
m
Volume
efektif : 1,6 m3
Tebal
dinding : 15 cm
Chek
:
jadi,
waktu tinggal (td) di dalam bak = 2 jam
sesuai dengan kriteria
Ø Waktu tinggal
rata-rata : 2 jam
Ø Tinggi ruang
lumpur : 0,1 m
Ø Tinggi bed
media pembiakan mikroba : 1,0 m
Ø Tinngi air di
atas bed media : 0,2 m
Ø Volume media
pada biofilter anaerob : 1,4 m x 1,2 m x 1,0 m = 1,6 m3
Standar high
rate tricling filter : 0,4 – 4,7 Kg BOD/m3.hari (Ebie Kunio, 1995)
E.
Bak
Biofilter Aerob
Debit
air limbah : 20 m3/hari
BOD
masuk : 72 mg/liter
Efisiensi : 60 %
BOD
keluar : 26 mg/liter
Beban
BOD di dalam air limbah = 20 m3/hari x 72g/m3 = 1.440
g/hari = 1,44 kg/hari
Beban BOD per volume media yang digunakan
= 1 Kg/m3.hari
Volume
media = 50% dari total volume reaktor
Waktu
tinggal di dalam reaktor anaerob
Biofilter
aerob terdiri dari dua rungan yaitu ruang aerasi dan ruang bed media
Dimensi
Reaktor Biofilter Aerob direncanakan terdiri dari : (seperti gambar 3.5)
Ø Ruang Aerasi :
Panjang : 0,4 m
Lebar : 1,2 m
Kedalaman
air efektif : 1,0 m
Tinggi
Ruang bebas (Free board) : 0,2
m
Ø Ruang Bed Media :
Panjang : 1,0 m
Lebar : 1,2 m
Kedalaman
air efektif : 1,0 m
Tinggi Ruang bebas (Free board) : 0,2 m
Total
Volume efektif : 1,69 m3 ≈ 1,7 m3
Tebal
dinding : 15 cm
Chek
jadi,
waktu tinggal (td) di dalam bak = 2,04
jam
Ø Waktu tinggal
rata-rata : 2,04 jam
Ø Tinggi ruang
lumpur : 0,15 m
Ø Tinggi bed
media pembiakan mikroba : 1,0 m
Ø Volume media
pada biofilter anaerob : 1,3 m x 1,0 m x 1,0 m = 1,3 m3
F.
Kebutuhan
Oksigen
Kebutuhan
oksigen di dalam reaktor biofilter aerob sebanding dengan jumlah BOD yang
dihilangkan.
Jadi,
kebutuhan teoritis = jumlah BOD yang dihilangkan yaitu 1,44 Kg/hari
Faktor
keamanan di tetapkan ± 2,0
Kebutuhan
oksigen teoritis = 2 x 1,44 Kg/hari
=
2,88 Kg/hari
Temperatur udara rata-rata = 28 oC
Berat udara pada suhu 28 oC =
1,1725 Kg/m3
Diasumsikan jumlah oksigen di dalam udara
23,2%
Sehingga,
Efisiensi difuser = 5%
Jika
kapasitas blower adalah 100 liter/menit dan terdiri dari 2 unit, maka transfer
total udara = 200 liter/menit
Gambar 3.5.
Bak Biofilter Anaerob-Aerob
G.
Bak
Pengendapan Akhir/Bak Sedimentasi Akhir
Debit
Air Limbah : 20 m3/hari
: 0,83 m3/jam
: 13,83 liter/menit
BOD
masuk : 26 mg/liter
BOD
keluar : 20 mg/liter
Waktu
tinggal di dalam bak (HRT) = 2 - 4 jam (JWWA dalam Said, 2006)
Ditetapkan
: waktu tinggal (td) limbah di dalam bak equalisasi = 2 jam
Jadi,
Dimensi
Bak direncanakan
Panjang : 1,4 m
Lebar : 1,2 m
Kedalanman
air efektif : 1,0 m
Ruang
bebas (Free board) : 0,2
m
Volume
efektif : 1,6 m3
Tebal
dinding : 15 cm, seperti pada gambar 3.6
Chek
jadi,
waktu tinggal (td) di dalam bak = 2 jam
Ø Waktu tinggal
pada saat beban puncak = 1 jam (asumsi jumlah limbah 2 x jumlah rata-rata)
Ø Beban
permukaan (surface loading) rata-rata
= 12,5 m3/m2.hari
Ø Beban
permukaan pada saat puncak = 25 m3/m2.hari
Ø Beban
permukaan = 20 - 50 m3/m2.hari
Gambar 3.6.
Bak Sedimentasi Akhir
Berdasarkan perhitungan analisis perencanaan diperoleh rekap dimensi IPAL
seperti pada tabel 3.1 berikut.
Tabel 3.1. Rekap
dimensi IPAL Poliklinik UNIPA Surabaya
|
No
|
Nama Bak
|
Dimensi Bak
|
|||||
|
Vol. yg diperlukan (m3)
|
P (m)
|
L (m)
|
T (m)
|
Free Board (m)
|
Vol. Efektif (m3)
|
||
|
1
|
Bak Pre Treatment
|
1,0
|
1,0
|
1,0
|
1,0
|
0,2
|
1,0
|
|
2
|
Bak Pemisah Lemak/Minyak
|
1,0
|
1,0
|
1,0
|
1,0
|
0,2
|
1,0
|
|
3
|
Bak
Equalisasi
|
1,6
|
1,4
|
1,2
|
1,0
|
0,2
|
1,6
|
|
4
|
Bak
Pengendapan Awal
|
1,6
|
1,4
|
1,2
|
1,0
|
0,2
|
1,6
|
|
5
|
Bak
Biofilter Anaerob
|
1,6
|
1,4
|
1,2
|
1,0
|
0,2
|
1,6
|
|
6
|
Bak
Biofilter Aerob
|
|
|
|
|
|
|
|
|
a. Ruang
Aerasi
|
1,7
|
0,4
|
1,2
|
1,0
|
0,2
|
1,7
|
|
|
b. Ruang Bed
Media
|
|
1,0
|
1,2
|
1,0
|
0,2
|
|
|
7
|
Bak
Pengendapan Akhir
|
1,6
|
1,4
|
1,2
|
1,0
|
0,2
|
1,6
|
|
Total
|
|
10
|
|
|
|
|
|
4. KESIMPULAN
Perencanaan
pembangunan IPAL Poliklinik UNIPA Surabaya akan dibangun pada
lahan seluas 12 m2 dengan
panjang total IPAL yaitu 10 m dan lebar 1,2 m. Bangunan IPAL Poliklinik
terdiri dari bak pre treatment dengan dimensi 1 m x 1 m x 1 m, bak pemisah
minyak/lemak dengan dimensi 1 m x 1 m x 1 m, bak equalisasi dengan dimensi 1,4
m x 1,2 m x 1 m, bak pengendapan awal dengan dimensi 1,4 m x 1,2 m x 1 m, bak
biofilter anaerob dengan dimensi 1,4 m x 1,2 m x 1 m, bak biofilter aerob
dengan dimensi 1,4 m x 1,2 m x 1 m dan bak pengendapan akhir dengan dimensi 1,4
m x 1,2 m x 1 m.
Daftar Pustaka
Ahmadi, Fahmi Umar, 1995. Konsep Penanggulangan Air Limbah Rumah Sakit. Jakarta.
BPPT, 2006, Teknologi
Pengolahan Air Limbah Cair Sistem Biakan Melekat (Rumah Sakit, Domestik, Industri),
Pusat Teknologi Lingkungan, Jakarta.
Keputusan Gubernur Daerah Tingkat I jawa Timur Nomor : 61
tahun 1999 tertanggal 19 juli 1999 tentang Baku
Mutu Limbah Cair bagi Kegiatan Rumah Sakit di Propinsi daerah Tingkat I jawa
Timur.
Metcalf & Eddy, 2004, Wastewater Engineering Treatment and Reuse, Fourth Edition,
McGraw-Hill Inc. New York.
Said, Nusa Idaman, 2006. Instalasi Pengolahan Air Limbah Rumah Sakit. Kelompok Tehnologi
Pengolahan Air Bersih dan Air Limbah, Pusat Pengkajian dan Penerapan
Lingkungan, BPPT, Jakarta.
Said, Nusa Idaman, 2006. Paket Tehnologi Pengolahan Air Limbah Rumah Sakit dengan Sistem
Biofilter Anaerob-aerob, http://ejurnal.bppt.go.id , tanggal mengunduh
30 Januari 2012
Siregar, S. A, 2005. Instalasi
Pengolahan Air Limbah. Kanisius, Jakarta.
Zaenal, A.Z, 2005. Analisis
Bangunan: Menghitung Anggaran Biaya Bangunan. Gramedia PustakaUtama,
Jakarta.
hubungi kami CV. ENGGANG Prakarsa ( perusahaan IPAL )
BalasHapuskantor. Jln.KH Wahid Hasyim no 233 ( dpn antonius )
no pemasaran. 081315140608
ok
BalasHapusBisa tidak saya dapatkan soft copy atau buku sebagai referensi saya dalam penulisan tugas akhir/skripsi.mohon email ke nugrahcivileng@yahoo.co.id
BalasHapus